Jumat, 18 September 2009

berkah ramadhan

jadi critanya, selama bulan puasa menjelang lebaran ini, tiba2 saya jadi orang kantoran yg super sibuk. eh tapi yang namanya orang bilang ramadhan itu bulan penuh berkah, saya yang bukan muslim ini pun juga ikut kecipratan berkah lhooo...


mulai dari order produksi (mulai dari bikin iklan, bikin opening-closing tune, sampe insert radio) yang biasa saya kerjakan di luar kegiatan siar-menyiar, kemudian datanglah job dari salah satu sahabat saya untuk membuat ilustrasi buku pelajaran bahasa inggris yang dibuat dalam rangka skripsinya, sampai job desain spanduk dan umbul2 (yang kemudian ditambah juga dengan desain flyer).


kalo dihitung2 dari sisi pemasukannya ya lumayan banget, jauh dari yang saya bayangkan (lebih dari cukup maksudnya). sampai2 saya beranikan diri untuk membeli handphone samsung yg bisa ditunyuk2 dan ditutul2 a.k.a touchsreen (bukan samsung jet koq) yang sejauh ini masih sangat bagus performanya.


oia, the story behind the scene... gara2 beli star itu, dompet saya langsung kosong mlompong pong. dan saya harus bertahan sampai akhir bulan september ini untuk bisa menikmati hasil jerih payah saya kembali.

anyway, mom beli printer baru (yang lama udah lama rusak gara2 saya ga ganti tintanya, katanya catrige nya udah kering) yang kali ini printer all in one. maksudnya printer HP deskjet ini juga sekaligus copy machine dan scanner.
*saya sempat terkagum2 dan terpana selama beberapa menit ketika melihat wujud printer itu :P huh! memang dasar kampungan saya ini*








cuma sayangnya scanner nya entah kenapa blm bisa dipake T_T *mungkin sayanya yg gaptek*

Kamis, 17 September 2009

terracuni

*sambil siaran female afterhours, dengan lagu cinta nonstop selama satu jam*

cukup lama sudah blog ini hampir terlupakan dan terkubur. tapi ditengah2 ke-soksibuk-an saya, tenyata diankencur yg adalah atasan saya (halah) tiba2 ujuk2 meracuni saya untuk kembali mengaktifkan blog saya. dan nyatanya saya memang sudah terracuni (kaya bukan bhs indonesia ya... lebih mirip bhs italia)

*sebenernya motivasinya lebih karena iming2 klo blog bisa dijual dan menghasilkan uang.. wkwkwk..*

ya semoga saja keinginan saya untuk menulis blog lagi ini bukan cm musiman saja

anyway... life been so good to me recently :D

Kamis, 16 April 2009

kaos singlet dan liburan di kota sendiri

lama sekali rasanya sejak post blog terakhir saya.

yup, sejak memutuskan untuk break dari kegiatan hosting2an bule dari Couch Surfing untuk berkonsentrasi menyelesaikan skripsi, ternyata kegiatan saya sampe detik ini tidak jauh2 dari mahluk yang disebut oleh orang Indonesia sebagai bule. malah, saya mendapat teman2 import (baca: bule) baru yang tidak cuma mampir selama beberapa hari, tp beberapa bulan.

dan ternyata, bergaul dengan para bule ini pun sedikit bnyk membuat selera fashion saya semakin berbeda (baca: cuek), sebab sekarang saya bisa ke mana saja hanya dengan celana pendek dan kaos singlet (itu lho, kaos yang bikin ketek keliatan *untung bulu ketek saya ga terlalu rimbun), atau dengan kaos belel dan celana pantai yg saya beli di bali tahun lalu... plus sandal jepit biru andalan saya itu pastinya! pokoknya udah berasa di bali deh..

oia, baru2 ini saya dan seorombongan teman2 lama dan teman2 baru, import dan lokal, maen ke sungai elo 'e 'e... buat maen kapal2an karet sambil dayung2an (baca: rafting). total ada 18 orang, 18 jaket pelampung, 18 dayung, 18 helm pengaman, plus 3 guide yang dibagi dalam 3 boat. it was a GREAT FUN! bahkan bagian dimana saya mangap2 kaya ikan mas gara2 2x dicemplungin dengan paksa ke kali itupun terasa fun juga.. hehehe,..

and the next fun gonna be borobudur (again) dan ketep pass (doakan kami semoga beruntung bisa melihat merapi dan merbabu tanpa kabut)

ayo jadi turis lagi!!! ayo berlibur di kota sendiri!!!

btw, salah satu sahabat baik saya, marin, sekarang sudah resmi jadi warga kuta bali gara2 pekerjaannya, dan dia enjoy bgt... ato mungkin extremly busy.. smpe2 ga sempat balas wall facebook saya satupun ;P

tunggu akhir taun ini rin... setelah kelar skripsi, aku akan mengunjungimu dan mensupervisi pekerjaan dan resort kuta-mu.

btw lagi, sudah sebulan ini, si munyuk berada di jogja :)



Selasa, 10 Februari 2009

maskeran in the rain

sebenarnya pagi ini (jam 10 buat saya dan beberapa teman masih terhitung pagi) saya sudah ada janji dengan vera dan desy untuk makan pagi bersama di sebuah warung lontong medan yang berada di daerah selokan mataram. namun tiba2 setelah saya selesai mandi, entah kenapa rasanya kota jogjakarta juga ingin ikut mandi.

jadi berhubung ketika saya mandi saya mengabil paket 'amplas badan' alias luluran, jadi saya memutuskan untuk mengambil paket lanjutan 'topeng muka' alias maskeran.


bukan karena apa-apa sebenarnya, namun sedikit banyak ternyata saya mulai memperhatikan bahwa kulit saya, dari warna maupun tekstur, sudah mulai menunjukkan gejala2 'tidak enak dipandang'.sebenarnya wajar saja kulit saya ini menjadi over-tanned alias kelewat eksotis alias gosong banget, sebab kegiatan saya beberapa bulan ini adalah kegiatan lapangan yang secara lansung selalu berada di bawah terik matahari, dan kesalahan saya adalah saya selalu nekat tidak pernah memakai perlengkapan perang yang lengkap seperti yang dipakai flora (baca postingan saya sebelumnya)

jadi amplas badan dan topeng muka yang saya lakukan ini hanyalah sedikit usaha agar saya tampil tidak terlalu kucel (walaupun mungkin nanti perubahannya tidak terlalu besar).

never grow up!

never grow up

kata2 itu langsung nyantol di pikiran saya setelah saya membaca tulisan dari maggie di memory book day tripper.
hari ini kami (flora, hana, stanley, dan saya) mengantarkan kepergian maggie ke Kuala Lumpur sebelum nantinya bertolak ke China.

maggie ini adalah tamu kami yang kesekian kalinya datang ke jogjakarta dan kami temani berkeliling-keliling. dan kebetulan maggie adalah teman dari rebecca dan hannah yang juga dulu pernah datang ke jogjakarta. ya, jadi kurang lebih reputasi kami (baca: day tripper) sudah sampai ke negeri tirai bambu.

maggie, gadis asal amerika yang saat ini bekerja sebagai pengajar bahasa inggris di china, yang usianya seumuran dengan saya ini ternyata masih menyimpan satu sisi kekanak2-kanakan yang masih sangat kental dalam dirinya. sebagai contoh, satu sebelum kepergiannya dari jogja, dia sangat semangat sekali untuk bermain scavenger hunt. permainan ini kurang lebih semacam amazing race namun dengan radius daerah jangkauan (semoga pembaca bisa mengerti maksud saya) yang lebih kecil dan tugas2 yang lebih konyol, seperti membuat jumping picture di zebracross, meminta polisi untuk berpose hormat bersama2 dan difoto, sampai meminta ciuman dari orang asing (baca: bule). tugas2 yang cukup menantang untuk orang yang pemalu.contoh lainnya adalah, sebelum kami berangkat ke airport, kami sama2 berfoto bersama dengan penutup kepala aneh dan kacamata hitam. stanley dengan topi jeraminya (kalau saya tidak salah), flora dengan pasminanya yang dijadikan kerudung, hana dengan baju kotak2 hitam ungu milik saya yang juga dijadikan kerudung dengan penutup sebelah mata, saya dengan syal wool yang saya jadikan sorban, dan maggie dengan selembar koran bekas yang dijadikan penutup kepala seperti gadis2 belanda (semoga saya bisa segera meng-upload fotonya, karena foto2 konyol ini masih tersimpan di memory card di kamera digital milik flora).
kelakuan2 maggie yang masih sangat "remaja" inilah yang sempat membuat saya berfikir... apakah saya berusaha terlalu keras untuk menjadi dewasa? ataukah saya harus membiarkan kedewasaan itu datang dengan sendirinya tanpa harus dipaksakan, seperti pada ungkapan "tua itu pasti, dewasa itu pilihan"?!

kadang2 saya memang selalu berkata pada diri saya, "saya tidak mau jadi dewasa". namun pada kenyataannya, saya malah secara tidak sadar selalu mencoba untuk selalu tampil dewasa. apalagi dengan posisi saya sekarang, yaitu anak sekaligus cucu laki2 tertua dari keluarga bapak maupun ibu, sekaligus di lingkungan kerja saya sekarang yang memang penuh dengan rekan2 kerja yang jauh lebih tua dibandingkan dengan saya.

dan kembali lagi pada tulisan maggie di buku memori yang baru saja saya baca-never grow up, dia seperti mengingatkan bahwa walupun usia kita bertambah dan terus pasti akan bertambah, jangan sampai kita kehilangan sosok bocah dalam diri kita masing2. sosok bocah yang selalu jujur pada diri sendiri dan orang lain, sosok bocah yang selalu bisa berlari dan tertawa dengan bebas, sosok bocah yang tahu bagaimana cara menikmati hidup hanya dengan berbicara pada mainan2nya, dan sosok bocah yang akan selalu bahagia ketika tiba hari ulang tahunnya.

never grow up!


thx maggie :)

Kamis, 05 Februari 2009

keiko lagi

sepertinya malam ini adalah kali ketiganya dalam minggu ini saya berada di Keiko (Kedai Kopi), ditemani laptop, dan beberapa teman. saya sebenarnya bisa saja memilih pulang ke rumah setelah siaran dan langsung tidur setidur2nya. tapi berhubung saya sudah membuat janji untuk hangout bersama malam ini, jadi ya saya harus datang. apalagi sudah lumayan lama saya dan teman2 GRATZ tidak berkumpul dan menghabiskan beberapa jam di malam hari sampai benar2 mengantuk dan kemudian pulang ke tempat tinggal masing2.

malam ini ternyata cukup sepi di Keiko. bahkan ketika saya masuk, hanya ada stanley yang sudah (seperti biasa) tenggelam dengan laptopnya yang penuh dengan tempelan stiker2 itu. dan bersama topi jeraminya yang seharga dua ratus sekian ribu itu yang selama beberapa hari ini tidak pernah absen dari kepalanya.
kemudian ada juga desi dan marin yang datang bersamaan dengan saya. desi dengan kaos hitamnya dengan rambut digelung dua atau kuncir dua (saya bingung harus mendeskripsikan seperti apa bentuk rambut desi ini), dan marin dengan jaket (yang menurut saya) pink plus dengan muka lelahnya plus maskara bekas clubbing semalam yang belum hilang, sehingga menghasilkan efek mata lebam.

dan baru saja vera datang dengan kaos hitam yang saya pikir seragam kantornya yang kata vera mirip seperti kaos tim voli (dan memang seperti itulah adanya).

dan disinilah kami berempat. boni alias stanley, desi alias sundal, marin alias marin, dan vera alias vera, dan saya.

Sabtu, 31 Januari 2009

sedang sibuk

ternyata memang susah untuk saya untuk benar2 meng update blog saya ini. walaupun tadinya ada niat yang kuat dan semangat yang teguh untuk selalu meng update blog ini paling tidak 2 hari sekali, ternyata hal itu susah sekali untuk dilakukan. bagaimana tidak, rutinitas saya sebagai seorang couchsurfer dan daytripper, membuat saya (dan teman2 tentunya), harus selalu bangun paling tidak pukul 9 pagi dan berkelana menyusuri kota jogja dan kabupaten disekitarnya selama seharian penuh. belum lagi ditambah pada pukul 6 sore saya harus ke radio tempat saya bekerja yang letaknya di dekat kridosono itu, untuk siaran tentuny, hingga pukul 9 malam.


jadi, setelah pukul 9 malam itu yang tersisa tinggal punggung dan lengan yang pegal karena mengendarai motor (belum ditambah kalo saya harus memboncengkan bule yang beratnya bisa 2 atau 3 kali berat hana), mata yang super ngantuk karena tidak sempat tidur siang, dan kulit yang overtanned alias gosong karena selalu terkena sinar matahari (saya selalu malas untuk memakai full body protection: masker, jaket, sarung tangan, celana panjang, kaoskaki). apa boleh buat, niat tinggallah niat, blog yang niatnya selalu saya update ini akhirnya hanya bisa saya terisi dengan postingan baru paling tidak seminggu sekali.

sejauh ini things gone crazy (maaf, saya memang bukan orang indonesia yang baik karena suka sekali meneyelipkan istilah2 bahasa inggris dalam kata2 saya). maksudnya adalah, para couchsurfer (cs) yang datang ternyata diluar dugaan. ibarat lagu, ini seperti lagunya sugababes - overload.
tadinya dua couchsurfer sekali jalan buat kami tidak masalah, tapi baru2 ini ternyata kami mendapati bahwa kami harus meng-handle 5 couchsurfer dalam waktu bersamaan. belum lagi ternyata 5 couchsurfer ini punya sifat dan karakter yang berbeda2.
beginilah detailnya. pada satu point akhirnya kami sama2 berada di satu meja di salah satu kafe di prawirotaman untuk farewell night dua cs yang akan melanjutkan perjalanan mereka ke bromo. ketika saya datang sekitar pukul 9 malam, tinggal tujuh orang yang ada di meja itu (flora dan hana sudah pulang karena pemberlakuan jam malam dari orangtua mereka). saya akan menggambarkan satu persatu dari mereka mulai berdasarkan urutan kehadiran mereka di jogja.
adit alias dite alias si arab yang senang sekali ketika rebecca (salah satu tamu kita dulu) mengatainya mirip seperti orang mexico. stanley alias boni yang selalu berkicau dengan bahasa inggrisnya yang sangat fasih. marco, si gahar asal italia yang ternyata penggila internet dan juga punya sisi romantis. maxime, bocah perancis yang (masih) berusia 21 tahun yang dari awal kedatangannya di jogja sudah selalu membawa tissue karena sedang flu. ilkka, bocah finlandia yang pernah berada di militer yang seumuran maxime namun dengan tinggi badan yang membuat flora, hana, dan boni terlihat seperti hobbit. morgan, cowok nyentrik asal NYC yang pernah tinggal 3 tahun di Jerman yang sangat spiritual (dengan caranya sendiri) dan hobi sekali menyelipkan 'sh*t' dan 'f*ck' dalam kalimat2 yang diucapkannya. dan terakhir, simone, pacar morgan, cewek jerman berambut pirang, ber-piercing hidung dan bibir, dengan perawakan mirip paris hilton, yang ternyata punya nama belakang israel (yang menurut saya sangat keren).
itulah rekor 'melayani' tamu terbanyak sepanjang karier couchsurfing kami. sekarang tinggal menunggu waktu, apakah rekor ini akan terpecahkan?